Puzzle hatiku @512
Hatiku berhenti.
Dan hancur.
300 Bagian dari hatiku berserakan di jalanan.
Aku terduduk berlutut dan merenung sesaat, melihat dan memandang
bagian-2 tersebut. Aku menangis, dengan tangan ku
yang bergemetar kusentuh serpihan hatiku. ku sentuh
tiap bagiannya! tiap warna yang berbeda. Setiap sakit
yang kurasakan. Setiap kenangan pahit yang tercecer
bersamanya. dan aku menangis kembali!
Orang di sekitarku memandangi! mereka terlihat sedih sesaat dan
berjalan kembali! Aku bisa melihat keluargaku berjalan
melewati meninggalkan ku. 3 jam kemudian aku masih
terduduk di sini , memandangi serpihan - serpihan
hatiku! hari mulai gelap, hanya ada lampu jalanan menerangi.
dan dari cahaya kuning itu aku mulai beranjak duduk
bersila. Mulai kupegang serpihan serpihan tersebut.
kurangkai tiap - tiap bagiannya.
Di setiap serpihan
itu terdapat berbagai kenangan yang kusimpan. semua
kenangan yang menyakitkan yang membuat diriku bergemetar
dan dingin. Ada kenangan yang membuat diriku
tersenyum dan hangat.
4 hari telah berlalu. Aku
masih duduk disini. Berusaha merangkai kembali serpihan
serpihan ini. Hari ini hujan, gerimis. Ku coba menutupi
serpihan -2 hatiku dengan badanku! Aku tidak mau semua
kenangan - kenangan ini terhapus dengan air hujan. Aku
masih berusaha menutupi dengan sekuat
tenaga. Orang2 disekitar berlarian untuk menghindari
hujan! Tiba tiba seorang gadis mendekatiku, berjongkok dan
memeluk diriku. Ia membawa payung yang akhirnya
melindungi diriku, ia, dan tentu serpihan-2 hatiku.
Dipelukannya terasa hangat. Di dalam remasan rangkulannya
terjadi suatu kenyamanan di dalam diriku. lalu aku
teruskan usahaku untuk merangkai serpihan 2 hatiku yang
basah terkena air hujan.
Keesokan
harinya.Hujan telah berhenti. Gadis ini melipat payungnya dan
duduk disampingku. Ia melihat serpihan serpihan itu!
menyetuhnya perlahan - lahan dan mulai membantuku
merangkainya. 2 minggu telah berlalu. Serpihan2 di depanku
masih belum terbentuk! Gadis itu masih duduk
disampingku dan membantuku merangkaikan hatiku.
Tiba-tiba
alarm berbunyi dari saku gadis itu! Dia mengeluarkan
organiser dari saku jaketnya dan mematikan bunyi
itu. Sesaat ia terdiam. melihatku dan beranjak untuk
memelukku lalu pergi meninggalkan ku. Terdiam
sesaat, melihat ia pergi meninggalkan ku. lalu ku
lanjutkan usaha ku untuk merangkai kembali hatiku.
12 jam kemudian. Pagi hari, tanganku kaku
kedinginan. Aku berusaha menghangatkan kedua lenganku serta
serpihan serpihan hatiku. Dengan menggosokan kedua
tanganku dan menepelkannya kepada serpihan2
tersebut. Seorang gadis sedang berlari pagi. ia
melihatku. Terlelah raga. dia berhenti mencoba menghela napas yang
terhilang sesaat. Ia menghampiri diriku dan menarik
tanganku. Ia mengajakku berlari, berlari dari segala
kesedihan ku, berlari dan meninggalkan hatiku. Aku
menolaknya. dan melepaskan rangkulan tangannya. Dan ia
memandangku sejenak dan mengeluarkan bungkusan plastik
bening! Di dalam plastik itu terdapat serpihan2. yang
ternyata serpihan hatinya dia. Ia berjaln dan membuang
bungkusan itu kedalam tong sampah. Dan belari kembali
meninggalkan diriku. Aku kembali duduk dan merangkai
kembali hatiku.
3 hari telah berlalu. Serpihan2
hatiku yang 1/2 jadi sudah mulai terbentuk..
Dan
kemudian datang Dia! Dia yang membuat hatiku
hancur. Dia tersenyum melihatku. menghampiriku dan berjongkok
memelukku dan menciumku. 30 detik kemudian dia berhenti
menciumku dan beranjak pergi. Melewati depan ku dan
menginjak - injak hatiku yang 1/2 jadi. Aku menangis
berteriak. menutupi mukaku. memandangi serpihan2 hatiku yang
berantakan! Setiap serpihan serasa ikut berteriak kesakitan. ngilu
atas teriakkannya. aku duduk kembali. Menangis,
tersedak!
4 hari lamanya. Selama 4 hari itu aku menangis.
dan berhenti. Menghapus airmataku.dan kulanjutkan
kembali menata serpihan2 hatiku. Di saat yang sama
sebuah mobil berhenti dan turunlah seorang gadis. Ia
melihatku dan menyodorkan suatu kotak yang berisi 1 hati
yang utuh. Hati itu masih terdapat di dalam plastik
dan tercantum harga di sampingnya. Ia mengajakku
meninggalkan hatiku dan ikut bersamanya! Dengan segala
kerendahan hatiku aku menolaknya dan beranjak berdiri untuk
menciumnya. Lalu aku kembali duduk sementara ia masuk ke dalam
mobilnya dan pergi. Aku kembali menata serpihan2
hatiku.
1 minggu berlalu.
Aku duduk masih menata kembali
hatiku. Masih belum berbentuk apapun. akupun hampir putus
asa.
Lalu aku mendengar suara tangisan dari depanku. Dan
terlihat seorang gadis yang berjalan kearahku terisak
isak. Dia berdiri didepanku dan kemudian terduduk berlutut
dan menumpahkan serpihan-2 hatinya yang
hancur.
Serpihan2 itu bercampur dengan serpihan2 hatiku yang
hancur.Ia memandangku dan meminta maaf. aku tersenyum
kepadanya dan mengiyakan. Aku menawarkan bantuan
kepadanya untuk menata kembali hatinya. ia tersenyum,
menghapus Airmatanya dan mengiyakan. ia terduduk berlutut
dan mencoba menata kembali hatinya. Tangannya
bergemetar saat ia mencoba mengambil serpihan2 itu. Ku
genggam tangannya dan mencoba menenangkan dia. ia
tersenyum dan menghapus airmatanya. Kita berdua duduk
saling membantu menata kembali hati kita
masing-masing.
2 tahun berlalu tidak terasa. Aku tertawa
melihat ia tersenyum. senyumannya membuat ku merasa
nyaman disampingnya. Ia menyodorkan satu kepingan
hati untukku tata. saat itu juga ia melihatku dan
menciumku. Aku beranjak untuk membalasnya. Terasa kehangatan
yang hilang sebelumnya. segala sesuatu balik
kepadaku. semua kesakitan hilang dalam sesaat dan tak
terasa kembali. ia mengajakku pergi.
Aku mengiyakan.
Lalu kita pergi meninggalkan serpihan2 hati yang
hampir membentuk 2 hati yang terkait menjadi satu.